MELIHAT KEMBALI ANAK ANAK DESA




Ada semacam romantisme yang ingin di hadirkan di bumi seni tarikolot tentang sebuah kehidupan masa lalu di mana anak anak tumbuh dan berkembang dalam kewajaran pergaulan melalui ragam permainan tradisional yang sudah mulai di tinggalkan.

Desa dengan semua ciri khas yang menyertainya menjadi fokus perhatian di tengah perubahan jaman yang sudah tidak lagi ada jarak antara batas desa dan kota.
Desa sekarang tinggal nama yang di kenang sebagai ingatan yang tidak lagi sama keadaannya.  Anak anak di desa tumbuh dalam dinamika jaman yang tidak bisa dihindari telah mempengaruri pola prilaku   melalui  interaksi tanpa batas dengan berbagai media komunikasi global di jejaring sosial .

Apa yang orang kota perbincangkan dalam arus komunikasi dunia melalui jejaring sosial yang terbuka dan bisa di akses oleh siapapun,  di saat yang sama perbincangan itu  tidak terhindarkan menjadi pengetahuan yang secara intensif mewarnai alur pikir warga dsesa di bidang apapun,

anak anak di desa generasi baru lebih terampil dalam pengetahuan mengenai isu isu mutakhir di berbagai belahan dunia dibandingkan dengan penguasaan keterampilan bercocok tanam misalanya. Regenerasi petani tidak berjalan di tengah gempuran pasar import komoditas pertanian dari berbagaai negara yang masuk ke Indoonesia serta persoalan lainnya .

Anak anak di desa terlalaikan oleh dinamika jaman dalam kesadaran yang tidak sanggup menolaknya, tanah  dan kebun dengan cepat tidak terawat karena perhatian telah teralih pada gemerlap kota yang dihayati melalui jejaring sosial dan di yakini akan menjadi tumpuan harapan kehidupan.
memantaskan diri seperti gaya hidup orang kota tiba tiba tumbuh dalam kesadaran anak anak remaja di desa. Apa yang yang disebut modern lagi lagi ukurannya masih terperangkap dalam wacana masyarakat kota.

rasa tidak percaya diri untuk bisa hidup dan berpenghasilan memadai melalui kegiatan bertani semakin merosot, kemajuan tekhnologi terbarukan di bidang pertanian yang menawarkan solusi untuk persoalan dunia pertanian tidak lagi di lihat sebagai kesempatan yang bisa mengubah garis hidup. kota lagi lagi masih tetap menjadi pesona utama.
padahal trend usaha online yang sekarang sudah sedemikian pesatnya bisa dilihat sebagai salah satu peluang oleh orang orang di desa  untuk memaksimalkan semua potensi yang ada di desanya tanpa harus pergi ke kota.


Harus segera di bangun kembali  kesadaran bersama untuk melihat desa  bukan hanya sekedar tempat tumbuh dan berkembang , fungsi fungsi desa dengan semua ragam prilaku budaya yang menyertainya penting untuk di maknai kembali terutama pada generasi yang melek informasi.

kecerdasan untuk merespon jaman menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah, di kondisi semacam ini Bumi seni tarikolot ingin  hadir secara seimbang mengisi peran dalam menjaga dan mengedukasi warga melalui peran seni budaya secara luas.

Desa adalah pintu yang tidak boleh roboh dalam situasi apapun, penanganan secara terukur dengan konsep konsep pengembangan yang diciptakan secara kreatif semoga akan menumbuhkanm kesadaran untuk melihat kembali desa sebagai rumah yang harus di jaga dan bangun sedemiakan rupa tanpa tergoda meninggalkannya hanya karena terpikat silau cahaya kota .

anak anak adalah aset yang sejak usia dini harus diberi kesempatan untuk menghayati desa dengan semua cira khas budayanya , jati diri anak anak desa harus dikuatkan secara terus menerus melalui serangkaian kegiatan yang menyeluruh dengan tetap melihat secara progresif perkembangan di sekitar.

anak anak yang tumbuh sehat dalam kewajaran pergaulan yang produktif dan kreatif akan menjadi potensi besar dalam mempertahankan desa sebagai rumah  berkehidupan yang terjaga dalam tatanan yang semestinya.

Setiap kemajuan ilmu pengetahuan tentu penting untuk  di aparesiasi secara cerdas , terampil memilah prioritas yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan di desa akan menciptakan sebuah masyarakat desa baru dari anak anak yang secara sadar sudah di bekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang terikat dan bermanfaat untuk kemajuan desanya.

kesabaran dan kemauan untuk melihat kembali anak anak di desa melalui upaya upaya pendidikan dan pendekatan secara kreatif semoga akan membuka potensi besar anak anak dengan semua talenta yang dimilikinya di berbagai bidang.

Anak anak di desa butuh di beri ruang untuk melihat cermin besar sehingga kelak dikemudain hari mereka tidak gamang dalam menentukan pilihannya untuk membangun tanah kelahirannya.



Salam dari gunung 161216
Oeblet





Komentar